Blind Man

Januari 19, 2012 at 1:00 pm Tinggalkan komentar


1.Ringkasan
Games ini terdiri atas dua sesi. Konseli diminta untuk mengambil suatu benda (air minum dalam kemasan) dengan dua cara yang berbeda-beda.

2.Sasaran
Konseli memahami pentingnya Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia

3.Waktu
30 menit

4.Tempat
Ruangan yang luas atau lapangan

5.Alat dan bahan
a.Penutup mata
b.Air minum dalam kemasan

6.Peserta
Individual/kelompok kecil, masing-masing tiga orang

7.Prosedur
Narasi pengondisian
Saat ini konseli berada di gurun pasir, saat siang hari yang panas terik dan tanpa perbekalan air yang tersisa. Di depan sana, nun jauh dari mata terdapat satu buah danau (oase) yang diwakili oleh air minum dalam kemasan.

Sesi Ia
Persilahkan seorang konseli untuk maju menjadi relawan. Konselor menentukan posisi awal konseli (A) dan posisi air minum dalam kemasan (B). Konseli diminta mengambil air minum dalam kemasan sesegera mungkin. (konselor mencatat waktu yang dibutuhkan)

Sesi Ib
Konselor meminta konseli untuk mengambil air tersebut untuk kedua kalinya, tetapi dengan mata tertutup. Posisinya sama dengan sesi Ia. Konseli terlebih dahulu melihat Air minum dalam kemasan sebelum matanya ditutup. Mintalah konseli untuk mengambil air minum dalam kemasan sesegera mungkin (konselor mencatat waktu yang dibutuhkan)

Sesi IIa
Konselor meminta konseli untuk mengambil air tersebut untuk yang ketiga kalinya, masih dengan mata tertutup. Polanya mirip dengan sesi I, tetapi di tengah perjalanan diberikan halangan rintangan berupa kursi,tas, buku, atau lainnya (konselor tetap mencatat waktunya)

Sesi IIb
Sesi ini membutuhkan tambahan dua relawan. Tugas relawan ini yaitu : relawan pertama bertugas menjadi pemandu, sedangkan yang satunya bertugas “mengganggu” pemandu dalam memberikan instruksi kepada peserta. Pemandu dan pengganggu hanya diperbolehkan memberikan instruksi dengan lisan, tidak diperbolehkan melakukan kontak fisik.

Pada sesi IIb ini, halangan rintangan dipindahkan posisinya kemudian konselor kembali meminta konseli untuk mengambil air dalam kondisi mata tertutup. Sepanjang rute menuju air terdapat halangan rintang. Konseli diharapkan dapat mengambil air tanpa menyentuh haling rintang tersebut. Oleh karena itu, konseli dibantu oleh pemandu. Hati-hati, karena selain pemandu ada juga pengganggu. Konseli harus mengenali suara pemandu agar tidak terjebak oleh pengganggu (konselor mencatat waktunya)

8.Pembahasan
a.Bagaimana perasaan konseli? Menurut konseli, dari pelaksanaan sesi Ia sampai IIb, mana yang lebih mudah? (konselor membacakan hasil pencatatan waktu yang telah dicatat)
b.Mengapa waktu yang dibutuhkan cenderung semakin lama dalam setiap sesi? Apa kendalanya?
c.Apa saja yang harus dipersiapkan dalam melewati setiap sesi?
d.Jika pada sesi IIb konseli diperbolehkan untuk melihat penghalang yang ada selama perjalanan, mungkinkah ia melaluinya tanpa hambatan?
e.Pada sesi IIb, dapatkah konseli membedakan suara yang memberikan petunjuk yang benar dengan suara yang menyesatkan, padahal belum ditentukan siapa yang benar dan yang salah?

9.Hikmah

Games
a.Setiap sesuatu, baru terasa manfaatnya ketika sesuatu itu hilang atau tidak dapat berfungsi baik untuk sementara waktu
b.Sebagai contoh, dalam games ini, konseli diajak untuk merasakan bagaimana nikmat melihat.
c.Meskipun dalam kondisi tidak melihat, konseli masih dapat mengambil air minum dalam kemasan dengan cara terus berusaha dan memanfaatkan potensi lainnya, yaitu sentuhan.

Materi
a.Al qur’an adalah pedoman kehidupan. Dalam menjalani kehidupan berkali-kali kita tersandung oleh berbagai macam masalah. Al Qur’an hadir bukan hanya untuk mengajarkan kita bagaimana menghadapi suatu masalah, tetapi juga memberikan arahan bagaimana agar kita tidak mendapat masalah. Membaca, menelaah dan menerapkan isi yang terkandung dalam Al Qur’an merupakan suatu kewajiban, tetapi adakalanya kita merasa berat untuk melakukannya. Berbagai hambatan yang sering menyerang diri kita, dapat berupa hambatan eksternal (dari lingkungan) dan internal (dari diri kita sendiri)
b.Maksud mata yang ditutup dalam games ini adalah ingin menganalogikan bahwa mata itu ibarat pengetahuan tentang Al Qur’an
c.Mata yang tertutup (sesi Ia) ibarat seseorang yang tidak mengetahui isi Al Qur’an, tetapi ia dapat menuju suatu kebaikan karena di dalam diri setiap manusia terdapat fitrah/nurani. Akan tetapi, digunakan hanya berprinsip trial and error karena tidak memiliki atau mengetahui manual book tentang dirinya.
d.Mata yang tertutup dan mendapat bimbingan (sesi IIb) ibarat seseorang yang sudah membuka hati dan berusaha untuk belajar memahami Al Qur’an. Dalam perjalanan pembelajarannya itu sering ditemukan bisikan-bisikan yang menjerumuskan. Oleh karena itu, ia harus waspada dan segera mengetahui karakter sang pembisik, insya Allah ia akan menemukan sang pembisik yang menuju jalan yang benar.
e.Mata yang terbuka dan berfungsi dengan baik (sesi I) ibarat orang yang sudah memahami Al Qur’an dengan benar sehingga ia mendapat petunjuk dari Allah dan ia menjadikannya sebagai pedoman hidup.
f.Seseorang yang faham betul dengan pedoman hidupnya , kehidupannya akan senantiasa terarah, teguh hatu, dan tidak mudah tergoda karena ia memiliki visi yang jelas mengenai arah hidupnya, yaitu menuju Penciptanya dalam kondisi yang saliim (selamat).

Entry filed under: Games. Tags: .

10 Kerusakan Dalam Perayaan Tahun Baru Manfaat Jalan Kaki

Saling Mengingatkan ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip


%d blogger menyukai ini: