KORUPSIONISME

Oktober 1, 2011 at 3:40 am Tinggalkan komentar


Orang-orang di sekitar kita, bahkan bisa jadi keluarga kita sendiri seringkali, kalau tidak bisa dikatakan selalu memandang rendah, pada saat kita (atau siapa pun) tak punya uang atau hanya punya uang sedikit. Mereka dengan sebelah mata memandang kita (sebagian besar kita pasti pernah merasakannya, dengan kadar yang tentu saja berbeda-beda), terlepas betapa di bidang atau sisi2 kehidupan lain kita berlimpah.

Karena memang nilai atau ukuran kesuksesan seseorang di mata kebanyakan orang lainnya adalah seberapa banyak kepemilikannya atas materi (baca: uang), dan ini akan mempengaruhi kadar penghargaan yang akan didapatnya. Kalau kita punya banyak uang, maka orang lainnya akan melihat kita dengan penuh takjub dan takzim, namun sebaliknya kalau kantong kita kempes, maka akan mengempes pulalah nilai diri kita di mata mereka. Ya, begitulah hedonisme massive masa kini, yang mulai menggejala di setiap jenjang generasi bangsa kita. Sebagian besar manusia hanya menilai sesamanya dari pencapaian harta duniawi, tidak lebih! Tak lebih!..terlalu ! terlalu ! terlalu !

Keadaan ini tentu saja harus ada upaya pelurusan pemahaman yang menyesatkan seperti ini, setidaknya diawali dari diri kita sendiri, dan orang2 terdekat di sekitar kita. Karena ini akan berdampak pada pendidikan generasi muda yang salah kaprah. Akan terjadi upaya money-seeking secara tidak bertanggung jawab alias dengan segala upaya. Korupsi akan menjadi jalan pintas yang cenderung dipilih.

Saya menduga ini ada andil terhadap mental korupsi banyak saudara2 kita di persada ini!

Menurut Anda?

Entry filed under: Sentilan. Tags: .

Mimpi Buruk Belajar Diskusi

Saling Mengingatkan ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip


%d blogger menyukai ini: